Lompat ke konten
Jelajahi Besakih

Kepala Pulau Bali

Lontar Padma Bhuana menyebut Besakih Huluning Bali Rajya: kepala, atau jiwa, Bali. Ia menghadap pulau dari timur laut, arah gunung dan matahari terbit.

01 — TENTANG

Kawasan suci, bukan satu pura

Kawasan Suci Besakih terdiri dari 26 pura: Pura Penataran Agung, “tempat semua dewa berkumpul”, di pusat, dan 25 pura pendukung yang diurus kabupaten, soroh, dan komunitas di Bali.

Kisahnya bermula pada abad ke-8 dengan Rsi Markandeya, yang bermeditasi di bukit yang kini disebut Tap Sai sebelum mendirikan pura di lereng Gunung Agung.

Naskah kuno menyebut Besakih Huluning Bali Rajya — kepala Pulau Bali.
02 — HINDU BALI

Tiga keharmonisan

Kehidupan di Besakih mengikuti Tri Hita Karana. Anda akan melihatnya dalam persembahan, perawatan hutan, dan komunitas yang mengurus pura setiap hari.

Parhyangan
Keharmonisan manusia dengan Tuhan
Pawongan
Keharmonisan antarmanusia
Palemahan
Keharmonisan manusia dengan alam
Kompleks pura

Tiga pura, satu kosmologi

Pura Penataran Agung di pusat, Batu Madeg (Wisnu) di utara dan Kiduling Kreteg (Brahma) di selatan.

Brahma · selatan
Pura Kiduling Kreteg
Meru bertingkat sebelas milik Brahma. Aci Penyeeb Brahma memohon agar api di dalam bumi tetap seimbang.
Pusat · Padma Tiga
Pura Penataran Agung
“Tempat semua dewa berkumpul.” Pelinggih Padma Tiga-nya adalah yang terpenting di Bali.
Wisnu · utara
Pura Batu Madeg
Meru bertingkat sebelas yang menaungi batu tegak megalitik — asal nama pura ini.
Komunitas & pelestarian

Kunjungan Anda menopang gunung ini

Sebagian besar keluarga di sekitar Besakih masih bertani, berkebun, dan beternak secara tradisional. Melalui Besakih Peduli, komunitas pura menanam kebun obat, mengajari anak-anak mengelola sampah, dan mendukung perajin lokal. Setiap Sabtu pagi, seluruh tim membersihkan kawasan suci bersama.

SEKARANG ANDA TAHU MENGAPA INI PENTING