Kepala Pulau Bali
Lontar Padma Bhuana menyebut Besakih Huluning Bali Rajya: kepala, atau jiwa, Bali. Ia menghadap pulau dari timur laut, arah gunung dan matahari terbit.
Kawasan suci, bukan satu pura
Kawasan Suci Besakih terdiri dari 26 pura: Pura Penataran Agung, “tempat semua dewa berkumpul”, di pusat, dan 25 pura pendukung yang diurus kabupaten, soroh, dan komunitas di Bali.
Kisahnya bermula pada abad ke-8 dengan Rsi Markandeya, yang bermeditasi di bukit yang kini disebut Tap Sai sebelum mendirikan pura di lereng Gunung Agung.
Naskah kuno menyebut Besakih Huluning Bali Rajya — kepala Pulau Bali.
Tiga keharmonisan
Kehidupan di Besakih mengikuti Tri Hita Karana. Anda akan melihatnya dalam persembahan, perawatan hutan, dan komunitas yang mengurus pura setiap hari.
Tiga pura, satu kosmologi
Pura Penataran Agung di pusat, Batu Madeg (Wisnu) di utara dan Kiduling Kreteg (Brahma) di selatan.
Kunjungan Anda menopang gunung ini
Sebagian besar keluarga di sekitar Besakih masih bertani, berkebun, dan beternak secara tradisional. Melalui Besakih Peduli, komunitas pura menanam kebun obat, mengajari anak-anak mengelola sampah, dan mendukung perajin lokal. Setiap Sabtu pagi, seluruh tim membersihkan kawasan suci bersama.